Berita  

Pemilu Indonesia 2024: Penjualan Rokok dan Kopi Melonjak

Masyarakat Indonesia akan menuju tempat pemungutan suara pada tanggal 14 Februari, dan beberapa sektor telah memperoleh manfaat dari musim kampanye ini.

Pemilu Indonesia 2024: Penjualan Rokok dan Kopi Melonjak

ARIWARA.COM Jawa Timur – Saat itu akhir pekan, namun Ibu Rosalina tidak punya waktu bersantai karena masih sibuk mengawasi produksi rokok di pabriknya PT Mustika Tembakau Indonesia.

Ketika pemilu sudah dekat, permintaan terhadap rokok sangatlah tinggi.

Oleh karena itu, ketika Indonesia sedang mempersiapkan pemilu mendatang pada tanggal 14 Februari , Ibu Rosalina ingin memastikan bahwa dia dapat memenuhi permintaan tersebut.

“Permintaan mulai meningkat selama musim kampanye,” kata Mdm Rosalina, yang akrab dipanggil dengan satu nama.

“Dan itu akan bertahan beberapa bulan,” ujarnya kepada CNA di pabriknya yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, yang memproduksi rokok dengan merek Mustika Oranye dan Mustika Gold.

Nyonya Rosalina telah melihat adanya peningkatan sekitar 10 persen dalam permintaan rokoknya sejak kampanye dimulai pada bulan November dibandingkan dengan bulan-bulan biasa.

Kalau bukan musim pemilu, biasanya dia memproduksi sekitar 400 dus rokok per minggu, namun kini sekitar 500 dus.

Satu kotak berisi sekitar 500 bungkus rokok, katanya.

Setiap kali negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini mengadakan pemilu, pemerintah memperkirakan perekonomian negara tersebut juga akan tumbuh.

“Akan ada dampak positif dari pemilu mendatang,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat konferensi pers pada 21 Desember.

Seorang ekonom mengatakan hal ini karena banyak barang biasanya mengalami peningkatan permintaan dan keuntungan selama musim pemilu.

“Sektor-sektor yang terkena dampak positif meliputi makanan dan minuman, telekomunikasi, transportasi dan manufaktur dalam negeri,” kata Ibu Dian Ayu Yustina, ekonom Bank Mandiri, bank terbesar di Indonesia.

Bapak Adik Dwi Putranto, Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, mengatakan permintaan barang-barang seperti rokok meningkat selama masa kampanye menjelang pemilu karena biasanya banyak pertemuan.

Baca Juga :   Menikmati Wisata Petik Buah Naga di Agrowisata Jolong II Pati

“Sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia berkumpul karena para kandidat ingin mempromosikan agendanya.

“Dan beberapa barang yang biasanya disajikan dalam pertemuan tersebut adalah rokok,” kata Adik kepada CNA.

Produk lainnya adalah kopi, tambahnya: “Karena rokok dikonsumsi bersamaan dengan kopi. Jika Anda merokok tetapi tidak minum kopi, rasanya kurang enak.”

Pemilihan presiden Indonesia sebelumnya terjadi pada tahun 2019.

Selama musim kampanye, yang dimulai dari September 2018 hingga April 2019, produksi rokok rata-rata mencapai 29,6 miliar batang setiap bulannya, menurut data dari Badan Bea dan Cukai Indonesia. Badan ini berada di bawah Kementerian Keuangan.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 24,36 miliar batang per bulan.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, pada tahun pemilu 2019, konsumsi kopi mencapai 335.540 ton dibandingkan tahun 2018 sebanyak 314.365 ton.

Pak Adik mengatakan, para pelaku bisnis berharap pemilu bisa berdampak positif terhadap perekonomian karena individu dan partai politik diketahui mengeluarkan banyak uang saat berkampanye.

Bapak Triyono Prijosoesilo, ketua asosiasi industri minuman ringan Indonesia (ASRIM), juga berharap pemilu ini akan berdampak positif pada industri minuman ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *